Palung Paling Berbau Pulang

I.di hari pertama, kubelajar:gelombang takselalu memeluk penuh ramahada kalanya ia suruh aku palum tak berarahmenunggangi buih yang patah-patah juga kenyang memandang ombak memecahdengan dendam terbenam pasrahseakan-akan pepasir pun jerimenyimpan luka hati dan dosa jemariuntuk tak dilekangkan mentariatau hitungan hari-hari hari itu pula, kubelajar: setiap karangkadangkala menyemburkan kering—serapah sebab, tiap kusandarkan hidup di atas terompahke sana; … Lanjutkan membaca Palung Paling Berbau Pulang