Prototipe

(๐˜š๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฑ๐˜ณ๐˜ฐ๐˜ต๐˜ฐ๐˜ต๐˜ช๐˜ฑ๐˜ฆ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ข๐˜ธ๐˜ข๐˜ญ ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข, ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ญ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข๐˜ซ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ๐˜ญ๐˜ช๐˜ด๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ณ๐˜ข๐˜ด๐˜ข ฬต๐˜จฬต๐˜ขฬต๐˜จฬต๐˜ขฬต๐˜ญฬต ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ณ๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ต ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ค๐˜ข๐˜ณ๐˜ข ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ด๐˜ฑ๐˜ญ๐˜ช๐˜ด๐˜ช๐˜ต. ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช, ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ด๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ถ๐˜ณ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ๐˜ญ๐˜ช๐˜ด, ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข๐˜ฑ ๐˜ค๐˜ฐ๐˜ฃ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ถ๐˜ต๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ช ๐˜ง๐˜ช๐˜ฏ๐˜ข๐˜ญ.) ๐‘ป๐‘ฐ๐‘ฎ๐‘จ ๐‘ฑ๐‘จ๐‘ด ๐‘ณ๐‘จ๐‘ณ๐‘ผ, ๐‘จ๐‘ฒ๐‘ผ ๐‘ด๐‘จ๐‘บ๐‘ฐ๐‘ฏ ๐‘ซ๐‘ฐ๐‘ฒ๐‘ผ๐‘น๐‘ผ๐‘ต๐‘ฎ lembabnya udara Changi. Namun, kini, Jakarta menyergapku dengan kepulan polusi. Kabar yang kuterima dari sebuah alamat surel … Lanjutkan membaca Prototipe

Manusia Mati Meninggalkan Nama

๐‘ผ๐‘ต๐‘ป๐‘ผ๐‘ฒ ๐‘ฒ๐‘ฌ๐‘บ๐‘ฌ๐‘ฒ๐‘ฐ๐‘จ๐‘ต ๐‘ฒ๐‘จ๐‘ณ๐‘ฐ๐‘ต๐’€๐‘จ, aku menenggak ludah. Sebagai Buddhis yang tersesat di pemakaman Muslim, kuputuskan menjadi bayangan. Menghormati jarak. Menjaga laku. Ini bukan pengalaman perdana aku menjejaki taman pekuburan Islam. Namun, situasi sekarang menyodorkan rasa yang terlampau asing. Sebab sosok yang kujenguki terpaut dua puluh tahun dari masa kini. Figur Abdulโ€”atau Apuyโ€”dalam ingatan teranyarku adalah bocah … Lanjutkan membaca Manusia Mati Meninggalkan Nama

Lidahmu Api โ€ฆ

Lidahmu api, di kala kayu-kayu telah menjelma abu yang berhenti membara. Namun, masih saja kaujilat udara, mencoba melalap langit dengan sisa-sisa nyala. Di sanalah bersemayam keagungan, yang tak butuh saksi mata. Biarkan mereka yang buta meraba-raba, sebab makna hanya sudi tunduk pada jiwa-jiwa yang sudah khatam dengan gulita. Maka, siapkah kauarungi labirin tak bertepi, hanya … Lanjutkan membaca Lidahmu Api โ€ฆ

Retrograde

SEPULUH TAHUN SERUPA GARIS lengkung yang akhirnya bertemu pada satu titik koordinat di meja nomor dua belas. Sorot lampu kafe temaram menyapu dua wajah. Menghentikan sejenak laju waktu. Menjepitnya dalam dua pasang mata yang saling mengunci.

Solivagant

PEREMPUAN ITU SELALU DATANG sendirian. Mengambil tempat yang berbeda-beda dalam setiap kunjungan. Seakan masing-masing kedatangannya serupa proses meditatif untuk berkawan dengan setiap jengkal titik koordinat di ruangan. Dimulai dari sudut yang menghadap jalan raya, hingga meja kecil di samping tangga.