Lidahmu Api …

Lidahmu api, di kala kayu-kayu telah menjelma abu yang berhenti membara. Namun, masih saja kaujilat udara, mencoba melalap langit dengan sisa-sisa nyala. Di sanalah bersemayam keagungan, yang tak butuh saksi mata. Biarkan mereka yang buta meraba-raba, sebab makna hanya sudi tunduk pada jiwa-jiwa yang sudah khatam dengan gulita. Maka, siapkah kauarungi labirin tak bertepi, hanya demi bertemu kembali dengan pantulan diri, yang tak sanggup kausangkali ‘tuk kesekian kalinya?

ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ

Tinggalkan komentar