Retrograde

SEPULUH TAHUN SERUPA GARIS lengkung yang akhirnya bertemu pada satu titik koordinat di meja nomor dua belas. Sorot lampu kafe temaram menyapu dua wajah. Menghentikan sejenak laju waktu. Menjepitnya dalam dua pasang mata yang saling mengunci.

Solivagant

PEREMPUAN ITU SELALU DATANG sendirian. Mengambil tempat yang berbeda-beda dalam setiap kunjungan. Seakan masing-masing kedatangannya serupa proses meditatif untuk berkawan dengan setiap jengkal titik koordinat di ruangan. Dimulai dari sudut yang menghadap jalan raya, hingga meja kecil di samping tangga.

Sombra

SEMUA ORANG YANG MENGENALNYA sepakat: Nindhita selalu tersenyum. Senyum itu serupa tanda tangan: konstan, tak dilebih-kurangkan, cukup membuat mereka merasa diterima. Namun, terdapat seulas senyum kecil yang khusus ia sisipkan untuk hal tertentu.

Pada Suatu Hari

PADA SUATU HARI, ada kau dan aku di sini. Mengukir jejak-jejak di sepanjang pantai, membiarkan sejuknya angin laut menerbangkan asa, dan merelakan sinar matahari mematangkan rasa. Tapi erat genggamanmu padaku seolah tak sudi tanggal oleh apa pun. Masa depan terasa sedekat kata-kata. Dunia ini sejatinya milik kita.