DI HUTAN, POHON-POHON TUA LAKSANA barikade bisu. Memagari eksistensi Jian Kai dari keriuhan di tengah peradaban. Sudah dua bulan ia bertahan, mengakrabi kesunyian yang menyelubungi bagai selimut musim dingin.
Obscura
DI HUTAN, POHON-POHON TUA LAKSANA barikade bisu. Memagari eksistensi Jian Kai dari keriuhan di tengah peradaban. Sudah dua bulan ia bertahan, mengakrabi kesunyian yang menyelubungi bagai selimut musim dingin.
DALAM DUNIA DI MANA rembulan dan mentari saling berbincang-bincang, bayi-bayi dilahirkan dengan kantung mayat masing-masing.
YA, SELALU SEPERTI INI. Ria adalah Si Tukang Mengalah, yang harus melakukan semua titah Ari, dan harus rela disalahkan atas segenap rajukan Ira. Itu karena dirinya anak tengah, jadi posisinya nggak penting bagi siapa-siapa.
AKU BAYANGIN PASTI SERU banget main baseball bareng teman-temanmu di lapangan Pak Haji Dadang. Terus memancing lele di empangnya. Aku kangen makan tempe dan lemper Teh Nining. Di sini nggak ada lele, tempe, atau lemper. Adanya burger. Hehehe.
SENJA ITU PASTILAH JINGGA jika kita mengobrolkan kenyataan. Namun, di lensaku yang cacat dan lelah akan dunia, ia hanya tampak bagai angkasa yang memar, habis digebuki dosa-dosa penduduk Bumi. Sama seperti batinku yang retak, remuk, setelah bertubi-tubi menerima omelan-omelan bos.
KEHIDUPAN DI DERMAGA ASA memang abadi. Kapal-kapal bertengger, datang dan singgah, bergantian dipecut mentari, ditudungi rembulan, dibuai angin laut, dibelai ketenangan lautan ...
MAYA BERPIJAK SENDIRIAN LAGI DI SINI. Tempat tinggalnya telah hampa. Rumah disulap menjadi puing-puing. Langit yang semula biru digumuli kelabu.
ELARA PINDAH DUA HARI LALU, tapi sudah tiga kali mengunjungi perpustakaan belakang rumah. Berkat didikan Ibu yang kini di Surga, membaca lebur bersama jiwanya.
"SELAMAT DATANG DI KOTA MEMORIAM, wahai Jiwa Baru. Siapakah namamu sebelum mati?"
"ITU BUKANLAH RASA SAYANG. Anda hanya terobsesi memiliki tubuh saya. Anda bukanlah pemilik saya dan takkan pernah. Sayalah pemilik sejati atas diri saya sendiri! Sayalah yang berhak menentukan, ke mana saya harus melangkahkan kaki!"
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.