Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai

Mimpi

Bagi perempuan yang kini terbaring dan bersiap memulai ritual, tak ada yang indah kecuali kenangan. Tak ada seorang pun yang tersisa di dunia untuk dia panggil, kecuali mereka yang hanya diawetkan dalam ingatan.

Saba

Sosok Kakek berjongkok di lantai yang bersimbah darah. Mulutnya sibuk memamah, suara decapannya terdengar menjijikkan, sedang Adik meringkuk di bawah, kehilangan tangan dan mungkin pula nyawa.

Aksa

Sejak malam di mana ibuku memilih keluarga baru bernama Keabadian, aku dan Ayah turut bercerai dan membentuk keluarga baru sendiri-sendiri.

Seri 30 Hari Menulis

PADA JULI 2021, telah saya rampungkan 60 potong cerita dari 30 prompt, berkat ajang menulis F'MEUS #3. F'Meus adalah sebuah akronim dari Festival Menulis AstraFF. SEMENTARA ITU, Desember 2021 saya isi dengan mengikuti event menulis yang diadakan Ellunar Publisher di Instagram selama 30 Hari. Tajuk program ini adalah "Gerimis" (Gerakan Rutin Menulis).

Peringgan

Mereka pikir, empat botol bir, sebungkus rokok tembakau dengan asapnya yang terkepul-kepul merubungi mereka sudah membuat malam ini cukup panas. Rupanya selalu ada hal yang lebih di atas segala sesuatu.

Deunfearness

Bagi Belona, seseorang yang memiliki rasa takut adalah orang yang lucu. Bagi Tsuyuri, seseorang tanpa rasa takut adalah orang yang ‘lucu’.

Ugahari

Andai apa-apa mengenai mencintai tidak sekacau pasar pagi, yang membuat seseorang terdesak dan kehilangan sandal sebelah kiri hingga mustahil tak terluka saat mencoba lari.

The Women : Felicities

KETIKA BEBERAPA PEREMPUAN di zaman klasik dari berbagai latar belakang dikumpulkan, mereka membicarakan soal harapan mereka dan bagaimana mereka melaluinya dengan hunjaman penghakiman.

Day 28 – Bangkrut

DI GURUN PASIR yang tandus itu, mungkin Fulan satu-satunya anak manusia yang tak perlu memikirkan lapar dan haus. Pundi-pundinya senantiasa terisi dan terus bertambah seiring langkahnya terkayuh, sampai kelak ia tiba di tempat tujuan pengembaraan mereka.

Day 27 – Luka

PEREMPUAN ingin belajar angka dan kata, tapi langkahnya diredam aksi pinangan dan siksa sang saksi. Katanya, ini demi keriput orang tuanya yang berutang budi.

Day 26 – Vestibula

JANTUNG OMI BERDEBAR riuh. Rumah adalah hal amat pribadi bagi setiap manusia yang ia tahu. Maka jika Pi sudi mengundangnya tinggal bersama, apakah rasa yang ia pendam ini berbalas?

Day 23 – Camilan

DENGAN BIBIR BERHIASKAN senyuman palsu, ia pandang Sin. Gadis itu masih cantik, tapi tampak kaku melayani uluran tangannya, juga sibuk menutupi perut yang bentuknya bahkan belum terlihat gendut.

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑