SENJA ITU PASTILAH JINGGA jika kita mengobrolkan kenyataan. Namun, di lensaku yang cacat dan lelah akan dunia, ia hanya tampak bagai angkasa yang memar, habis digebuki dosa-dosa penduduk Bumi. Sama seperti batinku yang retak, remuk, setelah bertubi-tubi menerima omelan-omelan bos.
Lensaku, Lensamu
