MAYA BERPIJAK SENDIRIAN LAGI DI SINI. Tempat tinggalnya telah hampa. Rumah disulap menjadi puing-puing. Langit yang semula biru digumuli kelabu.
Mimpi
Fiksi yang didesain untuk memberikan rasa takut, gelisah, dan tidak nyaman.
MAYA BERPIJAK SENDIRIAN LAGI DI SINI. Tempat tinggalnya telah hampa. Rumah disulap menjadi puing-puing. Langit yang semula biru digumuli kelabu.
INI SALAH BARA, PIKIR AGNI. Mereka tidak akan tersesat, andaikata cowok itu tidak menerbitkan ajakan berkemah di gunung. Walhasil, malam menjebak mereka dalam ketidakpastiannya.
IBU PERNAH BERTANYA, KENAPA Ayah ragu setan-setannya sudah pergi. Kala itu Ayah pulang dengan rambut gundul sebagian, dicukur keluarga klien yang kesal lantaran Ayah menampar-nampar anak mereka.
BEKAS LUKA MENONJOL YANG kudapatkan akibat terserempet motor asing dua bulan lalu, masih saja bersisa. Dan kelihatannya, ia tetap akan bercokol di sana dalam waktu lama. Mungkin diperlukan masa bertahun-tahun untuk memudarkannya.
KUINGAT KAKAK PERNAH MENGGUMAM, "Berarti, sepertinya Ayah memang pake sepatu hak."
Janda memang menggoyahkan iman. Apalagi setelah Toni melihat sendiri penampakannya ketika lewat di depan mata. Liur Toni sampai tumpah, saking tak sadar mulutnya menganga.
Kata Ibu, purnama menculik seorang anak kemarin. Lalu keluarga si anak menangis dan mengutuk sekeliling kompeks sebelum melapor pada polisi.
Sosok Kakek berjongkok di lantai yang bersimbah darah. Mulutnya sibuk memamah, suara decapannya terdengar menjijikkan, sedang Adik meringkuk di bawah, kehilangan tangan dan mungkin pula nyawa.
NU TAK PERCAYA mitos. Namun, semua berubah saat bayinya nyaris meninggal, sehari usai perjumpaannya dengan kuyang. Banyak kuyang.
TAK TIK TUK bukan bunyi sepatu kuda. Melainkan suara pertempuran. Sudah bukan lagi masanya adu jotos langsung jika apa pun bisa diselesaikan serba virtual. Bahkan ada yang meramalkan, perang dunia kedelapan akan dilaksanakan para jari.
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.