ELARA PINDAH DUA HARI LALU, tapi sudah tiga kali mengunjungi perpustakaan belakang rumah. Berkat didikan Ibu yang kini di Surga, membaca lebur bersama jiwanya.
Rak Rahasia
Fiksi yang memuat unsur magis dan supernatural.
ELARA PINDAH DUA HARI LALU, tapi sudah tiga kali mengunjungi perpustakaan belakang rumah. Berkat didikan Ibu yang kini di Surga, membaca lebur bersama jiwanya.
SATU KEPALA KECIL MELONGOK. Dua kepala. Tidak, tiga—empat—lima kepala! Mereka lebih besar sedikit daripada semut, tapi wujudnya manusia. Semuanya mematri pandangan mereka—mata yang kecil-kecil seperti biji wijen—ke arah Mia.
Jauh sebelum peperangan pecah dan meruntuhkan mereka hingga harus hilang dalam sejarah, tanah di tengah-tengah pulau surgawi pernah punya cerita yang indah.
Memang, bukan Edentria namanya kalau nggak ada peristiwa ajaib. Tetapi Zayneb tahu, kasus yang satu ini adalah ajaib di atas ajaib. Sebab di antara ekstrimnya udara malam dan siang serta badai pasir yang seringkali memedihkan mata, tersembunyi Tabut Musa. Benda supranatural tertinggi sepanjang sejarah.
Kabar bahwa akan ada angin panas sudah luas tersebar. Mengenai apa itu angin panas, bagaimana wujudnya, aku tidak tahu.
Hidup tak ubahnya permainan hegemoni dualisme beserta lapisan spektrumnya yang saling bergantian menaiki jungkat-jungkit. Gelap dan terang, malam dan siang, adalah konstruksi keberadaan. Tanpa salah satunya, mustahil hidup ini berjalan.
Inilah yang tersisa di benakmu ketika pikiranmu kembali menoleh ke belakang. Gerimis serta badai yang memikat. Sungguh cinta yang luar biasa, menyertakan kelopak dan duri dalam sekali hinggap.
Dua peri belia terancam kehilangan sayapnya karena terlalu mematuhi rasa ingintahu.