Duhai ..., alangkah indahnya batinmu yang telah purna. Berdiri di tengah riuh rendah pasar dunia, dengan telinga hanya mendengarkan sonata, dari dalam detak jantungmu yang biara.
Satis
Prosa dalam berbagai genre.
Duhai ..., alangkah indahnya batinmu yang telah purna. Berdiri di tengah riuh rendah pasar dunia, dengan telinga hanya mendengarkan sonata, dari dalam detak jantungmu yang biara.
Tuhan karuniakan Semesta ini selaku kanvas yang luas. Di atasnyalah Dia bubuki aneka ragam seni-Nya. Nyanyian, musik, tarian, drama, sastra, lukisan, ukiran, potret. Gunung dan lembah. Sungai dan gurun. Langit malam yang ditaburi keping gemintang. Laut lepas yang mendeburkan ombak.
REFLEKSI DI GELAS KACA memantulkan realita yang tak ia suka. Wajahnya terlalu biasa-biasa jika disandingkan dengan lautan manusia yang memesona. Ini takkan cukup untuk bisa membuatnya bersanding dengan Sang Pangeran.
RAKA DAN NINDHITA IALAH dua gunung berapi yang saling hadang. Berdiri di atas landasan magma yang sama. Setiap langkah yang terkayuh seumpama gempa kecil nan mengakselerasi kehancuran.
SETELAH DUA JAM NON-STOP dipaksa bergerak, akhirnya aku diperkenankan beristirahat juga. Melelahkan sekali menjadi alas pergumulan panjang dua insan ini.
SEMUA ORANG YANG MENGENALNYA sepakat: Nindhita selalu tersenyum. Senyum itu serupa tanda tangan: konstan, tak dilebih-kurangkan, cukup membuat mereka merasa diterima. Namun, terdapat seulas senyum kecil yang khusus ia sisipkan untuk hal tertentu.
Sementara alunan Nocturne Op. 9 No. 2-nya Chopin mulai merambati kupingku dari pemutar musik kafe. “Menurutmu, orang yang selalu menunjukkan sisi baiknya ke orang lain tetapi menyembunyikan sisi gelapnya ..., itu munafik, tidak?”
SEKETIKA, TEPUK TANGAN RIUH memenuhi ruangan, dan denting gelas bergema. Tak lama setelahnya, apa yang dinanti-nantikan tiba. Dentangan lonceng dari kejauhan yang menandai pergantian tahun. Semua orang mengangkat gelas mereka, menyatu dalam satu seruan:
ENTAH SUDAH BERAPA KALI Ibu menuang petuah demikian. Timpalanku selalu sama. Senyum tipis yang menandakan ketegaran. Sesapuan ringis yang menandaskan keputusan.
Dari angkasa yang nirbintang, namamu mencuat dan memelesat.
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.