π«ππππ π©πππππ π°ππ
ππππππ, ππππ πππππππ: βπ²ππ πππππππππππ.β
Namun, melankoli menulis: βTak kusangka kautanam duri di dadaku dengan tangan yang dahulu pernah kupercaya ‘kan membawakan sekotak bahagia. Kini, setiap embus napasku pun turut dibubuki sesak dari remah-remah kepercayaanku atasmu.β
π«ππππ π©πππππ π°ππ
ππππππ, ππππ πππππππ: βπ¨ππ ππππππ
ππππππ.β
Namun, melankoli menulis: βKutelusuri gaung kehadiranmu yang tinggal, dalam ruang-ruang di mana tawamu telah tanggal. Membiar dekapku melayang atas bayang-bayang yang menyisa di relung memori, meratapi setiap hampa yang pernah terisi, sedari malam hingga kembali membuka pagi.β
π«ππππ π©πππππ π°ππ
ππππππ, ππππ πππππππ: βπ¨ππ ππππππππππ ππππ, πππππππ.β
Namun, melankoli menulis, βUsai kau berlalu membawa sumbu yang pernah kutitipkan dalam rongga rusukmu, kompas hatiku sendiri berputar liar kini. Jarumnya gamang menamai mata angin yang takkan seramah itu lagi untuk dapat kusebut rumah.β
π«ππππ π©πππππ π°ππ
ππππππ, ππππ πππππππ: βπ²ππππππ, πππππππππ ππππππ
π.β
Namun, melankoli menulis: βKuguyuri taman βandai sajaβ dengan sehujan air mata, menunggui bunga yang sudah telanjur layu itu kembali menghadirkan kuncupnya, yang semustahil memanggil kembali kereta waktu, sedang ia telah jauh berlalu memboyong semua pasokan jiwa yang tersisa di Semesta.β
π«ππππ π©πππππ π°ππ
ππππππ, ππππ πππππππ: βπ¨ππ πππππ πππππ πππππππππππ.β
Namun, melankoli menulis: βPerkenankanlah aku mendiami setitik langitmu, sebagai keping bintang yang perlahan membakar diri sendiri, tidak tampak oleh cakrawalamu yang benderang jua tak bertepian, dan mungkin baru akan kauketahui binasaku ribuan tahun cahaya kemudian.β
π«ππππ π©πππππ π°ππ
ππππππ, ππππ πππππππ: βπ¨ππ ππππ-ππππ ππππ.β
Namun, melankoli menulis: β’Kan kukumpulkan remah-remah diriku yang telah memecah dan berceceran, menyatukannya perlahan dengan selapisan percaya: suatu hari nanti, bahkan yang pernah hamburkan segalanya pun, masih sanggup teguh memantulkan cahaya ke matamu.β
.
.
.
Tangan melankoli melukis taman bunga di atas setapak tua yang cemas untuk dilewati jiwa-jiwa nelangsa. Memberi rona pada yang kadung muram. Menjadikannya selukisan rasa dalam bingkai dunia, sebagai sesuatu yang tetap pantas untuk dikenang sepanjang masa. Sekalipun mustahil bila tidak memeras air mata.
β Φ΄ΦΆΦΈ ΰΉπ
Melankoli Menulis
