[Perjalanan: Pada Permulaan Hari]
Subuh selalu kujadikan sebagai permulaan hari. Bersama embun, wangi pagi dan kokok ayam jantan, munculnya adalah keniscayaan. Habis gelap terbitlah terang. Habis malam pagi pun kujelang.
Ada nuansa menarik yang kupetik kala berdiam diri di penghujung gelap, lantas menjemput pagi dan kepastian yang terbit dari ufuk timur. Tatkala gelap cakrawala mulai diseruaki kehadiran seberkas cahaya redup, yang pelan-pelan menyebar mengambil takhta hingga hitamnya angkasa pun lenyap sama sekali.
Lalu geliat harian pun dimulai. Jiwa-jiwa terbangkitkan untuk kembali berdaya. Wajah-wajah penuh semangat memenuhi jalanan untuk tujuan beragam. Mencari sesuap nasi, sekeping uang, sehelai pakaian, segelas air, secarik kertas, segores pengetahuan, secercah citra … Namun sejatinya niat kami satu: memberangkatkan diri menjemput asa.
Pada setiap pagi, selalu ada lafal doa yang mengiringi tiap-tiap kilo tempuhan dalam perjalanan menyongsong cita.
Selamat pagi. Semoga harimu menyenangkan.
