Perempuan dengan Dua Kutub

Ini kisah tentang seorang perempuan
Tangan takdir mengaduknya dalam bilik semesta 
Lalu satu tiupan mengeluarkannya dari ruang hampa
Perempuan itu terjerembab ke bawah kubah azzura 
Dibuai tawa, dipeluk suaka 
Berkas cahaya membingkainya dalam ruam-ruam jiwa
Perempuan itu pelan-pelan merangkak 
Hanya berbekal syak, melewati jalan menanjak 
Pelan-pelan dadanya dikerubuti sesak 
Padanya atmosfir mulai berdedak
Perempuan itu pincang oleh asa yang gegai 
Bahunya ringkih menahan terjangan badai 
Kemudian ia lungsur ke jalan melandai 
Terpelanting, terguling, tercerai-berai 
Tangisnya pecah berderai-derai
Perempuan itu mencoba bangkit 
Merintih perih, meringis sakit 
Mata terpacak menantang langit "Mengapa perjalanan ini amat rumit?" 
demikian tanyanya sengit
Perempuan itu tidak sama lagi 
Terang dan gelap saling berotasi 
Ia merekah di suatu pagi, layu di lain hari 
Ingin menyintas, tapi juga mau mati
Siapa aku? tanya perempuan itu terlempar banglas 
Lumba-lumba yang ikhlas, 
ataukah hiu yang beringas?
Demi sebuah jawaban, perempuan itu menunggu 
Tetapi semesta lebih suka menjadi gagu
Tolong, dengarlah suara perempuan itu melolong, meminta tolong

Tinggalkan komentar