Ada yang patah dalam hidupnya. Namanya harapan. Di suatu hari, ia menggantungkan asa setinggi puncak gunung. Menjulang, mencapai langit. Dan dengan tekad yang masif, ia berniat untuk mendaki. Berlelah-lelah. Memecut langkah, setapak demi setapak.
Sayang, sekukuh apa pun niatnya, separah apa pun ia jungkir-balik, segalanya takkan bisa tercapai jika Semesta menghadirkan topan yang berkali-kali menghempaskannya. Ia terguling hingga mencapai tubir tebing. Hanya butuh satu gerakan kecil, maka ia akan terjun ke mulut kawah berapi, lantas musnah dari peredaran.
