Matahari dan Bulan (II)

Kaupikir kau matahari, karena segudang puja-puji yang kautuai itu. Nyatanya kau cuma rembulan, bongkah batu, yang sejak kemunculan dirinya, mendedikasikan diri buat mengitari hidupnya, mengiringi gelap dan terang, surut juga pasang. Kaulupa pada titah bintang-bintang untuk jadi seperti mereka, berpendar jumawa di angkasa, menebar hangat ke ruang hampa, dan pantang menurut pada putaran mana saja. … Lanjutkan membaca Matahari dan Bulan (II)

About Death, Episode 20

I don't need to feel unjust because others don't understand me. I mean, I probably don't understand so much of others myself... I studied when I had to... and went out when I had to. I try to be strict with myself. That way... I can be tolerant of others. I just love people. It'd … Lanjutkan membaca About Death, Episode 20