Kau telanjang. Tanpa kepura-puraan. Hanya di depanku.
Hanya Aku
Kau telanjang. Tanpa kepura-puraan. Hanya di depanku.
Kadangkala ia ingin menjelma Betelgeuse yang tinggal tunggu ajal. Tetapi sebelum ia padam, akan ia sadarkan orang-orang yang menyakitinya, bahwa ia pernah bersinar, dan memberi kesan pada mereka melalui sebuah ledakan mahadahsyat.
Ada yang patah dalam hidupnya. Namanya harapan. Di suatu hari, ia menggantungkan asa setinggi puncak gunung. Menjulang, mencapai langit. Dan dengan tekad yang masif, ia berniat untuk mendaki. Berlelah-lelah. Memecut langkah, setapak demi setapak. Sayang, sekukuh apa pun niatnya, separah apa pun ia jungkir-balik, segalanya takkan bisa tercapai jika Semesta menghadirkan topan yang berkali-kali menghempaskannya. … Lanjutkan membaca Patah
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.