Kamu adalah tumpah dan putih
Dingin menusuk tulang sumsum
Memudarkan, menggelontorkan hijau
Pupus jadi bulir kristal Desember
Kamu adalah beku dan kelu
Picu gemeretak gigil menahan pilu
Desau pun kaku, jari membiru
Suam-suam bercerai-berai bersamamu
Kamu adalah licin dan salju
Menggelincir dari nadir asa
Jatuh sampai lebur dengan injakku

