Takut Mati

𝑲𝑢𝑻𝑨 𝑰𝑡𝑰 𝑹𝑨𝑺𝑨𝑡𝒀𝑨 𝑴𝑬𝑡𝑢𝑳𝑨𝑲 𝑻𝑰𝑫𝑼𝑹. Bahkan sewaktu lampu-lampu padam serentak, bayangannya masih bergerak sendiri. Merayapi dinding-dinding menjulang. Menempel di atap, menjelma orkestra bersama decak cecak dan kerik jangkrik. Jalanan dipenuhi kursi-kursi tanpa pemilik. Beberapanya berdiri tegak di atas genangan air. Sebagian terbalik dengan kaki menuding langit. Tidak ada yang mau mendudukinya. Tidak pula aku. Kesannya, … Lanjutkan membaca Takut Mati