Amuk

Ada badai yang mengamuk dalam heningnya malam. Saat semua mata memilih pejam untuk beristirahat, badai itu menjerat satu entitas dalam sekarat yang makin lama makin berkarat. Kepadanya, terbanglah undangan bertengkar, melalui pikiran-pikiran; melandaskan teriakan-teriakan yang ia sendiri tak tahu asalnya dari mana. Mungkin dari kepalanya sendiri yang selalu berbisik berisik selagi mulutnya sibuk membungkam. Bising … Lanjutkan membaca Amuk