Ada Apa dengan Pantai?

Kulari ke hutan, tapi tak cukup nyali
Aku pun mundur lalu lari ke pantai, menghibur diri
Hitam, legam, kelam, tetap saja tak kubenci
Aroma malam terbawa angin
Kulit mengisut terbasuh dingin
Tetap saja ia tak menyurutkan ingin
Bersama butir pasir yang terinjak
Anganku terangkat tinggalkan pijak
Berkelana bersama bintang dan sajak-sajak
Di sanalah kulihat Tuhan beranjak
Diiringi suara debur air yang beriak
Mendekat
Mendekap
Lalu erat
Lalu kerlap

Tinggalkan komentar