Selamat Pulang

Kuucap selamat pulang, kepada dedaun gugur di musim kemarau panjang, yang terkena libasan bayu kencang tak berhati; tiada bernurani.

Padahal, reranting itu tempatmu tumbuh, Sayang.

Dear, selamat pulang. Bila sudah kau temukan tempatmu di sana, jangan lupa hantarkan kabar padaku. Boleh lewat angin, atau lewat tetesan hujan yang entah kapan turunnya.

Tinggalkan komentar