Yang Harusnya Kamu Ingat

Harusnya kau ingat. Bagaimana kau terbangun di pagi buta, dengan tangis memecah sunyi yang terbata. Mengoyak lelapku, menuntut ikut terbangun, demi menyingkirkan sisa-sisa serapan hidup yang menempel di bokongmu.

Harusnya kau ingat, bagaimana kau datang menghampiriku, mengeja kata, mengemis bantuan untuk mengerjakan tugas-tugas yang tidak bisa kau selesaikan sendirian.

Harusnya kau ingat, betapa tangan ini, urat-urat ini, yang mengolah nutrisi untukmu, sedang kau cukup mengunyah dan menelan untuk melanjutkan hidup.

Harusnya kau ingat …

Namun, apa sebetulnya yang harus dan tidak harus?

Dunia sesak oleh rancangan: sistem seteratur barisan semut, tetapi akan ada yang melenceng dari yang semestinya. Selama tikungan masih dikenal. Manusia diciptakan sebagai hewan yang ingkar. Mengharap dunia berjalan sesuai rencana tak ubahnya menawar kehendak bebas agar tiada. Tak berlaku satu pun yang harus atau tidak harus di sini, karena segalanya akan berubah ada atau tiadanya aturan.

Tidak ada yang seharusnya dan tidak seharusnya.

Bahkan kacang pun bisa memilih untuk hidup dengan kulit, tanpa kulit, atau mengganti kulitnya dengan kulit baru yang bisa dikunyah manusia.

Mungkin ini sudah masanya aku menerima, bahwa manusia memang tak bisa dipercaya. Sekalipun sedetik yang lalu kita begitu lekat, beberapa detik kemudian, kita bisa jadi musuh paling laknat.

Tinggalkan komentar