Engkau tahu, pernah ada
taut menuju laut yang sama
serupa puisi dengan matra yang menyepuhnya
pun intonasi dan pita suara yang melahirkannya
Kita karam di lubuk malam
sibuk memilin karsa nan tulus
di mana telah eksis balairung alam
afeksi yang mahakudus
Namun, di gigir musim, tak pelak
sumpah berderak dan sampah berserak
telah terpetik sisa nada musim kawin yang mulai soak
‘ku berteriak hingga serak
sedang kau menggertak sampai retak
dan kau jatuhkan:
kandi kita yang nyaris memadat
yang kau jumpakan pada sekarat
di bawah injakmu yang sesat
Kaulah yang semula mengeja rasa;
mengejar asa
tapi di akhir masa,
kau pulalah yang bakar segala sampai binasa
Turut dipublikasikan di AstraMagz vol. 45 Edisi Asrama Mart Februari 2021. Tantangan Menulis Puisi dengan kata kunci intonasi, karsa, matra, nada, petik.
