satu dari seribu, aku membayar kata
apa pasal dia istimewa?
kelap-kelipnya tak sebegitu maha
namun laba-laba telanjur memasang jala
dan kakiku kaku lakuku luka
aku kepingin cari pandita
yang putih warnanya
biar kutanyakan padanya mengapa
konon,dia simpan liontin rahasia
yang bisa mainkan simfoni raya
biar mata-mata langsung membuka
tapi, belum saatnya,
katanya
jadi, aku pulang ke mana
jalanan sudah terbelah dua
