tuan, pernah saya menggigit cabai yang sengaja saya masukkan sendiri dalam mangkuk sup sarapan pagi. hanya demi rasa lebih istimewa, saya rela lidah menyesap sensasi terbakar. konsekuensi lanjutannya, saya harus menenggak air segalon sampai perut ini begah.
tuan, sepekan lalu, saya dipatuk ular yang sengaja saya pelihara dalam rumah sendiri. hanya demi peliharaan istimewa, saya rela mendekam di rumah sakit seminggu. konsekuensi lanjutannya, saya harus menghirup aroma obat-obatan sampai diri ini muak.
tuan, hari ini, lagi-lagi saya digebuki kecewa yang sengaja saya masukkan dan saya piara dalam dada sendiri. hanya demi engkau, saya rela menanti dan berkali-kali menguras air mata. apa lagi konsekuensi lanjutan yang harus saya terima di kemudian hari?
