senja

ada senja yang menggelantung di katamu, sebentar lagi akan turun malam. aku terjebak antara indah dan pisah. harapan untuk tetap dalam jingga ini jelas hanya kosong saja. gelap yang sepi akan membungkusku lagi dan lagi. yang ditangguhkan pun tetap akan jumpa pada kelanjutan.

di situ kau ajarkanku bahwa warna itu nisbi. merah belum tentu rekah dan hitam tak melulu padam. barangkali mereka adalah utuh;  mau lalu alpa, rayu hanya cula, temu untuk lupa.

Tinggalkan komentar