dadamu yang merongga lima
adalah muara
air mata dari segala mata air
sampai sesak melantakmu
ke ambang nadir
senjatamu hanya mati dan lari
biasanya aksara itu kereta api
jurusan kabur dari asali
menjadikan yang khayali kota adiksi
tapi, jangan mati
barangkali sudah saatnya kau gali—
sumurmu sendiri
untuk mengubur air peri
menggasaknya ke rahim bumi
k e m u d i a n,
didihkan dia pada inti abadi
hingga meledak dengan nyala api
di hari penentuan nanti
akan terbang kepadamu:
kupon
—untuk menyelami seluruh lautan bumi
Satu respons untuk “lima mata air”