burung-burung terbang rendah
menjatuhkan duka di atas atap rumah tetangga
semalam berisik oleh sedu sedan
dan kasak kusuk klasik
orang-orang berambisi mengunyah langit
demi balas dendam yang sengit
burung-burung menukik ke kiri kanan
melukis luka di cakrawala
angkasa memar olehnya
dan nama-nama berubah jadi sederetan angka
satu dua memperanakkan berpuluh juta
burung-burung terbang makin tinggi
meski langit penuh oleh hujan kerakal
dan sayapnya patah disambar panah dari tanah
semakin meninggi ia lari
sampai hilang disergap matahari
mereka bilang, burung-burung terkena tulah
lalu pulang bersama senja
ke rumah dan kuburan
yang ada di dalam sangkarnya