Penyap

Segalanya selalu dimulai dari ketiadaan. Ketiadaan cahaya; gelap. Ketiadaan suara; senyap. Ketiadaan kesadaran; renyap.

Lalu satu tiupan darimu mengembangkan dimensi. Ada bebunyian yang samar-samar memunculkan diri:

desau; desah; ombak memainkan simfoninya ritmis; gemerisik daun turut berkolaborasi.

Itulah pertanda dimulainya satu putaran kehidupan. Lautan adalah liang inang yang mengonversi ruh menjadi bayi-bayi utuh. Sebagian dari mereka bertahan di dasar abisal. Lainnya merangkak ke ranah hijau dan membangun rumah. Sisanya melanglang ke alam lain, dunia lain, mencari suaka yang paling disuka.

Di tengah keramaian itulah engkau bertandang kembali. Menjejakkan kaki di lintang timur, memandang jauh ke sepenjuru negeri. Di seberang, lautan, langit, dan kegelapan saling mencumbu. Kakimu yang benderang melukis siluet, lalu mewarnai figur-figur. Tersenyum sendirian.

Tiba-tiba, angin membisikkan sesuatu.

Kakimu merangkaki langit. Sepasang sabit memetiki sekeping bintang jumawa, yang menyisiri belantika, yang sibuk membakar bebatuan karena menganggapnya hina.

Sinar yang menyilaukan memancar ke sepenjuru arah. Lautan, tumbuhan, dan angkasa luber menjadi cahaya.

‘Kau tahu, di alam sana, tak ada yang istimewa. Semuanya serupa. Hanya ada spirit, dan spiritmu telah kau rusak barusan,’

katamu.

Satu-satunya lentera di sisi tubuhmu kau tenggelamkan ke lautan. Laut membalas dengan amukan, tidak sudi menerimanya. Raungannya naik ke permukaan, makin lama makin tinggi, hingga menutup pandangan.

Lalu, kembali gelap. Kembali senyap. Penyap. Hanya ada kamu, yang baru saja dikecewakan harap.

4 respons untuk ‘Penyap

  1. sangat sangat sangat bagus sekali. Kok bisa ya orang nulis sebagus ini. Runtut, banyak pembaharuan bahasa, tidak klise, dan menyentuh. Kalau berkenan, mohon ajari saya menulis indah seperti ini. Atau mohon beri saya resource agar saya bisa melatih kemampuan menulis. Terima kasih.

    Disukai oleh 1 orang

    1. Terima kasih sudah mampir dan memberi jejak. Terima kasih juga atas apresiasinya. Saya enggak tahu gimana caranya mengajari, tapi yang saya lakukan cuma membaca banyak karya orang dan menulis apa pun yang juga mau saya baca. Semoga ini bisa membantu. :”)

      Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan komentar