ada satu masa di mana denting hilang
riuh menjauh, tenggelam dan hampir karam
hujan jatuh tinggal wangi tanah
tutur kata hanya vokal mentah
pada suatu masa di mana nada meregang
syair, bait, menguapkan irama dan birama
suara-suara tanggal dicuri keheningan
ternyata, akulah yang jadi peredam
aku ingin bingar
tapi ia tlah lama pudar
sebelum lahir kembali di kepalaku
bereinkarnasi jadi palu dan paku
aku ingin dengar
sendu sayu dawai-dawai gitar
biar iblis yang berisik di benak
bisa kuempas ke semak-semak
balada suatu masa di mana penala mengerang
rindu merdu dendang angin pada pepohonan