𝓐ku melihatmu, ..., wahai, jiwa yang melalui keterjagaan lebih panjang daripada semestinya, lantaran masih tak kunjung diperjumpakan pada kedamaian. Engkau yang rela meniti lorong gelap, karena hanya itulah yang tersisa, di hamparan dunia yang dijanjikan bertaburkan gemerlap. Yang tak gentar pada lolong serigala, malah mengakrabi hingga menjadikannya pengantar lelap. Yang melulu memainkan alunan melankolia, berulang-ulang, … Lanjutkan membaca Aku Membersamaimu
Aku Membersamaimu
