Orang-orang berbondong datang menangkapmu sebagai satu-satunya manusia yang terjaga. Sebab, di negeri yang krisis akal sehat, bahkan kewarasan pun dianggap sebagai sebonggol maksiat.
Mimpi Buruk di Negeri Ironi
Orang-orang berbondong datang menangkapmu sebagai satu-satunya manusia yang terjaga. Sebab, di negeri yang krisis akal sehat, bahkan kewarasan pun dianggap sebagai sebonggol maksiat.
Dalam Bahasa Indonesia, kita berkata, “Kau menyakitiku.” Namun, melankoli menulis ...
Pada gaduh yang dimainkan langit, kutiupkan serta sealun suara yang akan ikut terbenam jua dalam ritme hujan tua:
Rimba ini sungguh berantakan, Ibu. Alam menggelantungkan gairah di pucuk-pucuk pohon randu, yang gugur satu-satu seperti rontokan rambut setiap kusisir pagi-pagi. Entah apakah akan tumbuh kembali.