m e l o m p o n g

perempuan mengunyah
jengkal demi jengkal jalur napasnya
perempuan mengayuh
hasta demi hasta usianya
perempuan mengaduk
sisa demi sisa pusakanya
[kosong
ompong
omong kosong]
adakah panca di masa hadapan? 
sedang dia tersenyum girang lalu berdendang
dalam kekosongan Rimba Raya; rongga raga, dada, dan bejana arta
di saat engkau dan engkau sibuk memintal benang emas
untuk ditukarkan kelak
dengan pesuruh dan perusuh ganas
o, adakah dasa di masa hadapan? 
padahal nihil kantung pun tak terkatung dia
polosnya serupa telur dari liang induknya
jika esok tibalah sangkakala pembawa prahara
tutup saja telinga
lalu sembunyi di balik bilik nirwana
hingga badai mereda
dan bayu kembali tarik suara

Turut dimuat dalam AstraMagz vol. 46 tantangan puisi dengan tema: carry slot.

Tinggalkan komentar