And, Thus, I Furl The Moon

I. di mulut musim yang menyemai rona,saat jam kehilangan angka,kita duduk di tepi sunyi, tanpa sebab mengapaangkasa leburlidah matahari menjulurdijilatinya debu langkah yang berdeburtertulislah tanda pada tanah berlumpur kuikat siang dengan tali asap doa,kausimpan amin di udara tanpa bejanatiba-tiba, kulihat: burung-burung lupa arah pulang ke utara,langit retak halus, meneteskan cahaya tua.II. hari mengendap persis besi … Lanjutkan membaca And, Thus, I Furl The Moon

Berumah di Langit Ingatan

Mengalir dari budi, mencelat ke lisani, mendekam di batin orang lain. Jadi, sebagaimana fisik dan rupa dipiara agar layak dipandang, bahasa pun sepatutnya dijaga dalam sikap dan rasa yang ditimbang. Kata-kata mengandung potensi apa-apa yang mungkin luput disadari si penuang. Sebaris kalimat atau frasa tertentu pun, dapat menggedor kerapuhan, menggoyahkan keteguhan, menambah keletihan. Bisa pula … Lanjutkan membaca Berumah di Langit Ingatan