Kalimat yang diucapkan dengan tenang seakan tanpa intensi apa-apa itu justru seperti belati es yang menancap pada dada Saka. Separuh hatinya sakit karena usahanya terasa tidak dihargai. Separuhnya lagi malah mengangguk setuju, sebab Saka sendiri tahu, betapa tidak nyamannya berpenampilan begini.
#11 Sublimasi Nyali
