Waktu itu keji, katanya. Ia melesat cepat tanpa peduli siapa-siapa yang tertinggal. Kau yang tertidur hanya sebentar pun harus kalang kabut dengan semua perubahan yang tidak kamu sadari. Segala tuntutan, siapa-siapa yang terenggut paksa, setiap sakit yang semakin parah, susah dan sendu yang hanya menyisakan pasrah ... semuanya berjalan dalam garis linier. Tanpa ada tanda-tanda … Lanjutkan membaca Waktu itu Keji
