954 kata
Prompt: Puzzle Pieces
Sinetron Kisah Cinta Tiara di stasiun TV swasta jadi trending topic yang bahkan menembus world wide. Meski sempat memicu polemik dan didemo oleh beberapa kalangan masyarakat pada awal penayangan karena dianggap membuat anak-anak mereka kebelet pacaran, sinetron itu tetap muncul di layar kaca. Artisnya tetap dikucuri bayaran per episode, stasiun TV tetap bisa beroperasi, ibu-ibu yang demen tetap dapat melampiaskan emosi dengan memaki-maki tokoh antagonis. Para pendemo hanya bisa gigit jari karena tidak ter-notice. Petisi yang dibuat teronggok tanpa ada yang peduli.
Padahal jalan ceritanya tidak jauh dari sinetron-sinetron lain. Berkisar pada romantika anak SMA, kekisruhan rumah tangga orang tua mereka, geng anak paling cantik vs geng anak paling cupu, tokoh utama yang amnesia karena saat ketabrak mobil hanya bisa teriak, dan sebagainya. Tak lupa pula backsound legendaris ‘jeng jeng jeng’ setiap kali tokoh terkejut, plus muka yang di-zoom in sampai memenuhi seluruh layar.
Yang menjadi bahan perhatian bukan itu, melainkan hubungan dua tokoh yang dengar-dengar sudah jadi pasangan sebelum menandatangani kontrak. Kisah mereka juga mengharukan. Eka dan Tri, artis muda yang memerankan tokoh utama, ikutan casting untuk bisa bantu bayar uang sekolah. Karena tampang yang memenuhi selera pasar, keduanya diterima dan langsung didapuk sebagai tokoh utama. Mengalahkan artis senior yang harus puas di posisi tokoh utama yang tidak terlalu penting. Masalah akting, bisa dipelajari pelan-pelan, begitu kata produsernya. Sering bolos sekolah untuk syuting pun tidak masalah. Istri Kepala Sekolah merupakan penggemar serial mereka.
Akun-akun nistagram keduanya langsung dibanjiri follower yang kepo soal hubungan asmara mereka di luar kepentingan akting. Foto mesra berdua yang paling banyak love-nya, apalagi yang caption-nya bermanis-manis ria. Semua orang senang melihat interaksi keduanya yang so sweet habis, sampai mendoakan agar sinetron ini langgeng dan hubungan mereka sama langgengnya.
Doa yang terkabul, sebab sinetron dan hubungan mereka awet sampai ber-season-season.
Saat ini, Eka dan Tri sudah bukan lagi pasangan remaja yang butuh duit untuk bayar sekolah. Keduanya sudah jadi sarjana tajir. Eka punya bisnis restoran ayam yang buka cabang di mana-mana. Tri punya brand make up sendiri. Dalam sinetron, mereka sudah jadi suami-istri. Problem yang dialami bukan lagi kisruh antargeng, tetapi kisruh istri dengan selingkuhan suami dan suami dengan selingkuhan istri. Semakin seru, semakin menegangkan, semakin bikin ibu-ibu penikmat gemas.
“Eka, kapan Eka mau ngelamar Tri?”
“…”
“Mamah udah sering nanya ke Tri. Katanya udah sering nanya ke Emak-Babeh juga, tapi mereka bilang semua keputusan ada di tangan Eka.”
“…”
“Kita kan, udah bukan ABG lagi, Ka. Masa pacaran terus sampai Eka dan Tri tua?”
“…”
“Eka? Eka denger nggak sih?”
“Iya, Eka denger kok. Nanti, ya Eka pikir dulu.”
Sampai tiga bulan lamanya, jawaban Eka selalu seperti itu. Pihak orangtua semakin gencar menagih kepastian. Bukannya Eka belum berpikir. Laki-laki itu bahkan sudah mengambil keputusan. Keputusan yang tidak akan disukai Tri maupun orang tua mereka. Eka belum mau menikah di usia yang masih terbilang muda. Dia masih mau berhura-hura. Eka jelas tidak mengerti bahwa Tri sangat mengharap jawaban.
Netizen mana tahu soal itu. Selagi sinetron tetap tayang untuk memuaskan hasrat mereka, selagi foto mesra keduanya tetap muncul di nistagram, selagi infotainment hanya mengumbar kisah kasih keduanya, netizen tidak peduli.
Semua berubah ketika malam itu, bar news yang melesat di bawah layar televisi memberi kabar bahwa malam ini sinetron Kisah Cinta Tiara season 11 merupakan episode terakhir yang tidak boleh dilewatkan. Tokoh Satria suami Tiara yang diperankan Eka diceritakan mati ketiban meteor. Lalu Tiara sendiri saking cintanya pada sang suami, dan menyesali perselingkuhannya kemarin, memilih untuk menjanda sampai akhir hayat. Akhir yang bahagia namun menimbulkan pertanyaan, sebab cerita ini tidak akan ada sekuelnya lagi.
Gegerlah dunia persilatan. Netizen yang lihai mulai mengait-ngaitkan fakta yang ada dengan isu yang terendus. Apalagi, setelah itu, semua postingan medsos berisi foto mesra—yang jumlahnya kalau dicetak bisa membuahkan ratusan album foto—dihapus dari akun Tri.
Segalanya terjawab begitu Tri mengumumkan info pernikahannya di infotainment. Bukan dengan Eka, melainkan dengan Dwi, artis yang memerankan tokoh selingkuhan Tri di sinetron itu.
“Eka maaf, Tri tidak bisa menunggu lagi lebih lama. Tri lebih memilih untuk menerima tawaran Dwi yang memberi kepastian. Kita putus, ya.”
Eka menelan rasa pahit di mulut dan hati. Balasannya baru dia kirim keesokan harinya. “Iya, semoga bahagia, ya.”
Infotainment sore itu menampilkan wawancara dengan ibu Eka yang akrab dipanggil Emak.
“Hehehe …, itu kan, keputusan anak-anak. Orang tua kayak kite hanya bisa berdo’e, biar anak-anak kite bahagie … Perasaan Emak? Emak mah sedih ye, soalnye udah nganggep Tri anak sendiri, tapi Emak bahagie kok kalo Tri bahagie … udah ye …” Wanita itu melambai sebelum masuk ke dalam Fortuner.
Setelah itu, Eka mengutus bodyguard untuk menemani kedua orangtuanya ke mana-mana, dan sendirinya menghindar dari aktivitas di luar rumah atau apartemennya. Persembunyiannya berakhir setelah ia mendengar komentar Tri dalam televisi.
“Tidak kok. Tidak ada. Tri dengan Eka memang tidak cocok aja. … Iya, tidak apa-apa. Berarti memang tidak jodoh, kan? Tapi Tri berterima kasih sekali kepada Eka yang selama ini menjaga Tri, terima kasih juga kepada fans-fans kami yang setia dari dulu sampai sekarang. … Pesan untuk Eka? Eka, terima kasih ya, sudah menjaga Tri, mungkin Eka bukan keping yang cocok buat hidup Tri, dan Tri bukan keping yang cocok dari hidup Eka. Tri harap Eka bisa datang nanti, ya. Undangannya sudah Tri sebar.”
Padahal Eka sudah berniat tidak akan datang malam itu demi menghindari wartawan. Tapi Eka ingin melihat wajah Tri yang bahagia secara langsung. Bakal tidak sedap pula kalau absennya dia di pesta nanti dikait-kaitkan dengan tidak bisa move on. Padahal memang iya.
Maka, laki-laki itu pun tiba di acara resepsi. Wartawan mengerubungi dengan pertanyaan yang mendengung di mana-mana, meski bodyguard sudah menjaga jarak aman.
“Komentar saya? Semoga Tri bahagia.”
Salah satu wartawan menyalak, “Bagaimana rasanya menjaga jodoh orang setelah sekian lama?”
Eka melotot. Mukanya merah, malu bercampur marah. Namun demi citra, ia menjawab, “Ya, tidak apa-apa. Sudah jalannya.”
Eka berbalik membelakangi kamera sambil tersenyam-senyum. Padahal hatinya sudah senat-senut tidak keruan.
