Once Upon a Time

Putih. Bersih. Di sekelilingmu tak ada apa pun kecuali dua hal tadi. Yang kau tahu cuma arah, dan kau kini tengah berjalan ke depan, kemudian sesuatu turun dari atas. Kau mendongak, menjemba sesuatu yang nyatanya sebuah buku. Tiada awan, matahari, atau angkasa biru. Yang ada hanya putih. Bersih. Kau memeluk bukumu. Membuka lembar pertamanya. Membiarkan … Lanjutkan membaca Once Upon a Time

Yang Harusnya Kamu Ingat

Harusnya kau ingat. Bagaimana kau terbangun di pagi buta, dengan tangis memecah sunyi yang terbata. Mengoyak lelapku, menuntut ikut terbangun, demi menyingkirkan sisa-sisa serapan hidup yang menempel di bokongmu. Harusnya kau ingat, bagaimana kau datang menghampiriku, mengeja kata, mengemis bantuan untuk mengerjakan tugas-tugas yang tidak bisa kau selesaikan sendirian. Harusnya kau ingat, betapa tangan ini, … Lanjutkan membaca Yang Harusnya Kamu Ingat