Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Ayo mulai

Day 29 – Prototipe

TANPA MENIMBANG LEBIH LAMA, Alfa dan Omega putuskan menikah. Katanya, biar tidak berzina, dan halal bikin anak. Tak perlu otak gendut dijejali ilmu perumahtanggaan, apalagi hitung duit dengan upah buruh rendahan. Sekian ratus ribu sudah bisa daftar pernikahan di bawah tangan.

“Setiap jiwa ada rezekinya. Mending kita beranak saja. Rezeki berdua bisa jadi rezeki bertiga,” usul Alfa.

Dengan libido tinggi khas pengantin baru, siang malam dipuaskan menjemput calon rezeki. Sayang, mereka hanya tahu cara memproduksi, lalu kadung diawang angan bahwa anak jadi investasi di kemudian hari. Jadilah mereka asing soal cara tinggikan kualitas bayi yang diproduksi.

Gizi tak cukup, dan rasa lelah Omega akibat keseringan dipaksa menyalangkan mata, walhasil buahkan produk yang tak sesuai ekspektadi. Perilisannya di gubuk sederhana mereka buat Alfa geleng-geleng tak puas.

Bayi yang dinamakan Beta punya kepala lebih besar dibanding kepala bayi manusia pada umumnya. Urat-urat mencuat di sisi kepala yang menggembung. Waktu menangis, suaranya tidak kedengaran sama sekali.

“Kalau begini, bukannya dapat duit, malah kita yang keluarin duit.”

Berita baiknya, mereka coba belajar dari kesalahan. Berhubung ogah menunda rezeki lebih lama, tak sampai setahun kemudian, Omega lahirkan lagi produk baru, walau sekujur tubuhnya sudah remuk tak keruan. Bayi itu dinamakan Theta.

Semula mereka pikir kali ini berhasil, sebab ukuran kepala bayi itu normal. Suaranya terdengar keras sewaktu menangis. Terlalu keras, seolah di depan mulutnya ada toa masjid. Alfa mengernyit jengah, menutup kepala dengan apa saja, setiap kali mendengarnya.

“Ini pun tak normal! Tetangga sampai mengomeli kita tiap malam! Ayo, kita bikin lagi yang lebih sempurna!”

Kembali, mereka bekerja keras sepanjang hari menjemput produk yang sempurna demi iming-iming investasi masa depan. Omega sudah hampir mati, tapi tetap berusaha menggenjot energi. Mereka abaikan tangis dua bayi malang yang tak terurus dan hanya teronggok di etalase yang diberi label “Kegagalan” oleh Alfa.


Diikutsertakan dalam Gerakan Rutin Menulis 30 Hari (Gerimis30Hari) Ellunar Publishing

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: