Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Ayo mulai

Day 30 – Zamin

SETIAP SAKSIKAN KABAR dikutilnya uang negara, Gamma memaki-maki sampai merobek koran yang dibaca, pun padamkan teve yang berceloteh ria. Bagaimana bisa ada manusia yang habis mencuri sekian triliun malah cengar-cengir di kamera, lalu masa tahanannya dipotong, sementara di luaran banyak lanjut usia mengutil sandal dan diperlakukan bagai binatang? Bagaimana bisa ada manusia yang mau terima beres dengan suap, lalu bertingkah seolah nuraninya tak menguap?

Maka, siang malam Gamma belajar demi bisa jadi politikus bijak, sembari turun ke jalanan, menyuarakan kemuakannya pada tatanan negara. Namanya terbit jadi aktivis paling vokal dan paling emosional membela kebutuhan masyarakat. Kerapkali ia menangis dalam menyumbar pidato, gara-gara sesak yang membelenggu dada. Masyarakat pun menaruh kepercayaan di pundaknya; calon pemimpin muda yang berwibawa.

Namun, begitu akhir masa pembelajarannya dan ia menapaki dunia sungguhan, Gamma merasa hilang arah. Keteguhannya dibombardir dua pilihan; idealis tapi berkalang risiko ancaman dimiskinkan sampai pembunuhan, atau realis tapi menanggalkan kejujuran dan nurani. Wacananya untuk mengubah tatanan terancam tertinggal di belakang.

Akhirnya Gamma pilih menyerah pada mimpi yang diukirnya sejak dulu dan bersikap realis. Ia masih butuh uang dan keluarganya perlu keamanan. Terpaksa ia buang amanat warga yang ditaruh di pundaknya, ke gorong-gorong jalanan. Terpaksa ia bungkam kejujurannya dengan masker dusta dan kemanisan palsu yang dahulu ia benci separuh mampus. Negeri ini terlalu penuh kepalsuan untuk ia ubah seorang diri, maka ia pilih untuk ikut arus saja.


Diikutsertakan dalam event Gerakan Rutin Menulis 30 Hari (Gerimis30Hari) Ellunar Publishing

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: