PROSESI BERSAMA BEN SENANTIASA dimulai dari dirinya menengak sebotol bir. Sementara aku mengamati. Sensualitasnya kala berdiri. Lisannya yang mulai meraungkan betapa sumpeknya negara hari ini. Seolah Ben tengah mendatangi area debat Capres, bukannya kediaman pelacur pribadi.
Tacenda
