Di Hadapan Semesta …

Di hadapan semesta, cara kita memandang dunia ini, bergantung pada serangkaian bingkai yang kita pasang sendiri di depan mata.Apa yang dianggap maut oleh sang ulat, bagi nurani yang bijak, merupakan lahirnya sepasang sayap yang megah. Kita sering terpasung dalam satu sudut pandang, seolah-olah cahaya hanya datang dari matahari semata. Padahal, setiap jiwa membawa pelitanya sendiri … Lanjutkan membaca Di Hadapan Semesta …

Nyala yang Tak Sanggup Kubunuh

I.𝑜𝘩—! keningku menebar luasdalam tampung residu panasyang mendingin pada ambang napasdi kaki, sepasang insansaling bersingsutkendati mulut-mulutbersungut-sungutbersikeras, mereka pangkas—jarakmempecundangi takdirdari tatapku yang khianatlihatlah, jemari-jemari itu, Sayangsaling mengunci begitu eratnyasegenggaman pekat pengelanacoba menahan licinnya bah jua asinnya air matadengan pasir yang rapuh dan bakal segera binasadan, 𝑐𝑖ℎ—kuludahkan sebonggol merahkala lidah mereka berpetuah,tentang sebentang esok yang fanapadahal di … Lanjutkan membaca Nyala yang Tak Sanggup Kubunuh

As Above, So Below

Sebagai peziarah kosmik yang kerap alpa, aku terjaga malam ini. Sebab, pada lengkung cakrawala, sedang berlangsung sebuah tarian agung yang sejatinya tak membutuhkan saksi. Sang Guru turut menyertakan kemegahannya pada pijar Candra yang sedang meranumkan diri, hampir purnama. Terasa selaksa getaran yang merambat lamat. Energi yang memuai dengan tenang, mengizinkan nalar untuk meluruh sejenak dan … Lanjutkan membaca As Above, So Below

Mohon …

Dear, Tuhan yang Maha Indah. Penguasa yang menciptakan segala makhluk dengan rupa yang sama indah. Mohon kurniakan keindahan-Mu ke dalam carik celah semesta yang kami tarik. Pada jiwa-jiwa yang kehausan mendamba makna hidup dan cinta, mohon sematkanlah kecukupan. Pada hikayat-hikayat yang kami toreh dalam lembar harian. Pada pelupuk dan retina agar dapat kami saksi segala … Lanjutkan membaca Mohon …