Batinmu yang Purna

Duhai ..., alangkah indahnya batinmu yang telah purna. Berdiri di tengah riuh rendah pasar dunia, dengan telinga hanya mendengarkan sonata, dari dalam detak jantungmu yang biara. Tak butuh lagi menakar-nakar berapa gantang gandum di lumbung tetangga, atau seberapa berkilau emas di jemari kawan lama. Tak perlu pula berebut remah di meja perjamuan. Perutmu tak lagi … Lanjutkan membaca Batinmu yang Purna

Noirvarna

Tuhan karuniakan Semesta ini selaku kanvas yang luas. Di atasnyalah Dia bubuki aneka ragam seni-Nya. Nyanyian, musik, tarian, drama, sastra, lukisan, ukiran, potret. Gunung dan lembah. Sungai dan gurun. Langit malam yang ditaburi keping gemintang. Laut lepas yang mendeburkan ombak.