Vengeful

[Recall 3 – Vengeful]

Farah Patricia Webster yang kini telah mengganti nama belakangnya dengan Leslaigh, adalah tipikal wanita Skotlandia yang menjunjung idealisme. Di usia dua puluh satu tahun, dia berhasil lulus sekolah hukum dengan predikat cum laude. Di usia dua puluh tiga, dia telah membuka firma hukum bersama lima orang temannya. Di usia dua puluh empat, dia membangun keluarga dan memiliki satu putri.

Sederet kesuksesan membuatnya berambisi untuk membentuk putri semata wayang agar turut menjadi pribadi yang serupa. Dearbhfhorghaill dimasukkan ke sekolah ternama, dibekali tutor-tutor dan buku-buku andal. Keberuntungan berpihak padanya. Putrinya pun tipikal yang rajin dan berprestasi. Farah yakin, mimpi-mimpinya bakal terwujud suatu saat nanti.

Namun titik-titik noda mulai memerciki kehidupannya yang mulus. Satu, demi satu.

Kesibukan kerja. Lalu isu tentang tindak serong suaminya dengan wanita lain. Kemudian datang Geffrey Longbones, pria Irlandia mahasempurna yang punya misi serupa dengannya, dan membuatnya berpaling. Tapi nggak ada yang lebih membuatnya berang daripada lembar hasil SATS test milik Dear yang terpampang di depannya.

“Kenapa nilai-nilaimu merosot tajam, Dear?”

Dearbhfhorghail nggak menyahut. Anak gadis itu malah mengambil ponselnya, membiarkan matanya terpapari cahayanya. Membaca perang kata orang-orang dungu di dunia maya jauh lebih mengasyikkan daripada mendengarkan ibunya berkhotbah dan …

“DEARBHFHORGHAILL LESLAIGH!”

Farah, ibu satu anak yang dikenal tenang kini nggak bisa lagi menyembunyikan kemurkaannya. Ini kali pertama dia membentak putrinya. Ada sedikit rasa iba melihat genangan air dalam dua lingkar perak yang mengingatkannya pada Georgius. Tapi Farah nggak mau mundur. Dia tetap harus berlaku tegas.

“Apa yang kau lakukan dengan nilaimu?”

Nggak disangka, Dear malah mendengus. Anak tiga belas tahun itu bukannya menangis seperti yang Farah duga, malah menyunggingkan senyum separuh kendati tetap saja nggak bisa menutupi genangan di matanya.

“‘Apa yang kulakukan dengan nilaiku’? Ya. Apa yang kulakukan dengan nilaiku. Aku melakukan hal yang sama dengan apa yang kaulakukan pada kepercayaanku.” Kata-kata Dear mencuat dengan nada yang bergetar. “Menghancurkannya.”

Farah kehilangan kata-katanya. “Apa … maksudmu?”

Dear ingin sekali mengabsen deret dosa ibunya detik itu juga, tapi dia tahu dia nggak sanggup mengeluarkannya tanpa terisak. Maka opsi diam untuk menggigiti bibirnya yang gemetar jauh lebih baik daripada menelanjangi kekecewaannya di depan Mom. Lagipula, Dear tahu kata-katanya barusan sudah cukup memukul ibunya. Wanita itu nggak pernah tahu kalau diam-diam, Dear mengamati setiap gerak-gerik dan menganalisanya. Mom kedapatan diantar oleh lelaki yang sama berkali-kali, dan gesture di antara keduanya lebih intim daripada seorang teman dekat. Tapi nggak adil mengumbarnya di sini, di saat Dad nggak ada. Mereka berdua harus sama-sama tahu kebusukan masing-masing.

Well …, ya. Ayahnya pun sama busuknya. Entah kedua orang itu sama-sama tolol atau sengaja mematikan indra, mereka seperti nggak tahu ada bangkai di dalam keluarga. Tapi bangkai tetap bangkai. Nggak akan ada yang bisa menyembunyikan baunya.

Dua hari setelah kejadian itu, Farah menuntut cerai suaminya dengan tuduhan perselingkuhan. Hal yang membuat Dear geli separuh mampus. Jadi, masing-masing di antara Mom dan Dad-nya saling menunggu siapa yang perselingkuhannya ketahuan terlebih dahulu, biar mereka terselamatkan. Well, pacar gelap Dad, seorang model yang nggak tenar, hamil dan ogah menggugurkannya. Dia mengamuk di kantor Dad, membuat awak media menyoroti kehidupan mereka. Hal yang menggelikan, membuat Dear ingin lekas melepaskan dirinya dari orang-orang tolol bernama keluarga ini.

Sayangnya, sebagai anak di bawah umur, dia masih harus diasuh oleh salah satu wali. Dad adalah orang bersalah di mata publik. Maka Dear bakal tinggal bersama Mom dan Geffrey, pria yang sampai mati pun nggak akan sudi dia anggap sebagai ayah tirinya.

Satu respons untuk “Vengeful

Tinggalkan komentar