DARI RATUSAN KEINGINAN yang berkelindan, berenang-renang, dan jumpalitan dalam rongga benak Eka, 99% di antaranya diisi wajah Dwi.
Eka ingin duduk berdua di atas atap gedung pencakar langit. Ingkar akan lalu lalang kendaraan, abai pada bunyi langkah dan suara sekitar. Menikmati mentari yang menyisipkan taring terang terakhirnya di antara gedung tinggi sambil saling bersandar punggung dan bersenda gurau.
Eka ingin mereka mengikat janji di bawah teduhnya kanopi pohon maple yang merekah merah seperti ranum bibir Dwi yang selalu dihiasi senyum. Akan ia usap mata Dwi yang menjatuhkan hujan usai mereka rapalkan janji sehidup semati, menggantinya dengan kecupan yang menerbitkan pelangi di pipi perempuan itu.
Eka ingin menggenggam tangan Dwi seerat yang ia bisa kala perempuan itu mengerang dan meregang nyawa demi membawakannya malaikat kecil ke kehidupan ini. Eka ingin bersama Dwi menimang buah hati yang mungkin akan bernama Tri, Tetra, Penta atau apa saja, saling tukar giliran jaga, sampai anak mereka tumbuh dan bisa berlari sendiri. Eka ingin mengajak istri dan anak-anaknya jalan-jalan keliling dunia: ke Korea, Maccedonia, Rusia, Alaska, bahkan kalau bisa, menjejalkan bola bumi ke dalam saku mereka untuk dijilat sewaktu-waktu seperti sepotong permen bulat yang tiga butirnya setara segelas susu.
Eka ingin selalu ada bersama Dwi, menyaksikan perkembangan anak-anaknya, dengan bangga menghadiri penerimaan rapor berapa pun nilainya, mendampingi mereka saat wisuda sarjana, magister, bahkan doktor. Eka ingin selalu ada bersama Dwi, sampai Eka pensiun, menimang cucu-cucu, lalu tertawa sambil meringis kala tangan keriput mereka dihujani kencing. Eka ingin selalu ada bersama Dwi, menikmati dunia hingga usia senja mengisap segala daya. Eka ingin selalu ada bersama Dwi …
Tiiit tiiiit tiiiit tiiiit
“Dokter! Dokter! Detak jantung pasien Eka melemah!”
Namun, dari semua itu, ada 1% yang menjadi hasrat tertingginya saat ini. Saat ini Eka cuma ingin bangun dari tidur panjangnya setelah sebulan terpaku di sini, lalu berlari ke kantornya dan menyatakan cinta pada Dwi. Biar seluruh mimpinya tercapai, seratus persen, seutuh-utuhnya.
