Namanya Nida, sahabatku satu-satunya. Atau bisa dibilang, akulah sahabatnya satu-satunya. Ya, karena hanya aku yang selama dua tahun berteman dengannya ini yang tahan dengan 'penyakit indah'-nya.
Indah, ya?
Namanya Nida, sahabatku satu-satunya. Atau bisa dibilang, akulah sahabatnya satu-satunya. Ya, karena hanya aku yang selama dua tahun berteman dengannya ini yang tahan dengan 'penyakit indah'-nya.
Seorang insan muda menawarkan pencerahan bagi kaum yang gulita. Sayangnya, ia tak bisa berlama-lama menikmati mentarinya.