Hariku Berbadai

HARIKU BERBADAI, TETAPI TIADA pekik yang menyalak-nyalak atau memekakkan telinga. Hanya kedap-kedip mata kilat yang memusingkan jemala. Juga: geram gemuruh halus menyerupai desah laut yang dirahasiakan Bumi, dari langit, dan dari segala mata yang menaksir ketenangan pada wajah-wajah manusia.

Pelabuhan Nestapa

Telah kulabuhkan nestapa itu di penghujung rembangpada bawah dahan trembesi tuayang merenta dalam kesunyian Akar-akarnya mencengkeram tanahseumpama jemari yang enggan menguraisedang bayu mendesirkan epos luka di langit saga yang terbengkalai. Dahulu, mega pernah menderaitangisnya, meluruhkan ratap sayuplewat gerimis yang diresapi tanah Namun, betapa pun hujan berulangmengguyur, pijakan ini tetap dipeluklembab oleh nestari silam Jejak-jejak yang … Lanjutkan membaca Pelabuhan Nestapa

Manusia-manusia Pertengahan

ℳENGGAMIT TERANG, menggenggam gelap, manusia-manusia pertengahan meniti hari pada fajar juga senja. Di antara langit yang tak sepenuhnya biru, juga bumi yang tak sepenuhnya hitam, langkah itu terpatri di kesetimbangan, sehalus benang yang dijahit pada rekahan luka.Bukan cahaya yang menyilaukan retina, bukan pula bayang-bayang yang merayapi tembok jelaga. Seumpama kelip lilin yang malu-malu berpijak dan … Lanjutkan membaca Manusia-manusia Pertengahan

Aku Membersamaimu

𝓐ku melihatmu, ..., wahai, jiwa yang melalui keterjagaan lebih panjang daripada semestinya, lantaran masih tak kunjung diperjumpakan pada kedamaian. Engkau yang rela meniti lorong gelap, karena hanya itulah yang tersisa, di hamparan dunia yang dijanjikan bertaburkan gemerlap. Yang tak gentar pada lolong serigala, malah mengakrabi hingga menjadikannya pengantar lelap. Yang melulu memainkan alunan melankolia, berulang-ulang, … Lanjutkan membaca Aku Membersamaimu

Euphoria

𝓚EDATANGANNYA MAMPU MENDESIRKAN sensor-sensor yang terbuka. Kemudian, pada akhirnya, ia terasa nyata di dalamku. Selapis getar tipis; gelombang yang menjalar melalui dendrit dan akson. Masuk menghipnotis pikiran dalam letupan yang memicu senyum. Juga: tawa.

Itu …

ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ       ㅤㅤㅤㅤ𝓢ebab, seberagam apa pun emosi yang dilahirkannya; suka, duka, luka atau murka ..., ㅤㅤjatuh cinta dan patah hati ialah dua mata air dari telaga nan suci. Sanggup menghidupkan kembali jiwa pujangga yang telah lama sepi, bahkan yang sudah mengerontang mati. ㅤㅤ

Sebab Seberagam Apa Pun …

Sebab, seberagam apa pun emosi yang dilahirkannya; suka, duka, luka atau murka ..., ㅤㅤjatuh cinta dan patah hati ialah dua mata air dari telaga nan suci. Sanggup menghidupkan kembali jiwa pujangga yang telah lama sepi, bahkan yang sudah mengerontang mati. ㅤ