Seseorang pernah bertanya padaku, manusia macam apa yang membuatku iri, dan kujawab, “Aku iri pada manusia yang memiliki kapal.”
Elegi Perempuan dengan Rakit Rumpang
Fiksi yang melampaui batas logika karena menggabungkan fantasi dan realita dalam satu manifestasi kehidupan.
Seseorang pernah bertanya padaku, manusia macam apa yang membuatku iri, dan kujawab, “Aku iri pada manusia yang memiliki kapal.”
Tiada seorang pun yang boleh tahu bahwa lautan tempat ia berlayar adalah genangan keringat dan airmata yang selama ini dia kuras dari orang-orang kecil.
Terlalu banyak pakaian munafik yang digunakan orang buat menutupi keburukannya. Pak Tua penjual kejujuran berniat untuk melunturkan semua itu!