demikianlah rindu kubentuk dan kujejalkan dalam kotak kita yang bernama: kota kata
Dan Hirap
Aku melihatnya: lanskap yang pias, perkawinan pilu dan sendu dan rindu dan ratapan aspal yang risau ...
Roti dan Telaga
Ada yang layu ... dari dua lingkar yang mendiami rongga matamu ... ketika kita menunggang besi berkarat ...
Tok… Tok… Tok…
Tok ...tok...tok... ada yang mengetuk pintu hatimu. Namun, kau padamkan itu. Barangkali, dunia sudah buang tahi di kupingmu.
Kamu Adalah
Kamu adalah tumpah dan putih ... Dingin menusuk tulang sumsum ...
d o a
demi kebangkitan rongga semesta, ada secarik asa yang dibangkitkan bersama ...
Siapa yang lebih serakah dari senja? dipeluknya siang direngkuhnya malam Lalu dibelenggunya rindu di pucuk-pucuk pohon randu
Barangkali aku adalah api; membakar hangus tubuhmu yang kayu, menjelma cemburu paling abu, meluluhlantakkan rindu yang membatu.
Die
Does anyone want to die?
We could kill each other while looking at the blue sky.
Perempuan dengan Dua Kutub
Ini adalah kisah tentang seorang perempuan (Sebuah puisi)

Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.