Sosok itu adalah sewujud mimpi Farah di siang bolong. Mimpi yang seharusnya hanya jadi mimpi. Yang seharusnya hanya bisa dilihat dalam mimpi dan bayang-bayang. Tidak dalam jarak dua meja, apalagi dua inci.
Mimpi Dua Inci
Sosok itu adalah sewujud mimpi Farah di siang bolong. Mimpi yang seharusnya hanya jadi mimpi. Yang seharusnya hanya bisa dilihat dalam mimpi dan bayang-bayang. Tidak dalam jarak dua meja, apalagi dua inci.
Kemilau yang selama ini kulihat darinya, tengah meredup malam ini. Dihalangi saput kepedihan seperti bintang yang ditutupi gumpal awan.
Secangkir kopi dan gerimis merayakan kesepian. Berembunlah kaca jendela, kulihat kita bertahan di dingin air mata yang sama.
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.