Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Ayo mulai

Day 24 – Rebah

BAGI XI, ZETA ITU DEWA. Ia ditakdirkan selamat dari mulut segala kiamat.

Di usia delapan, tubuh Zeta tegar menahan pukulan berandalan. Tiada pula ringisan kala tangan ibu Xi dan rekan-rekan, mengoleskan obat ke sepenjuru memarnya. Tangisan justru keluar dari pita suara Xi yang tak kuasa saksikan adegan penyembuhan.

Disuruh berbaring di ranjang pun, ia menggeleng.

“Aku tak pernah tidur,” katanya.

Kedewasaan malah membentuk sosok Zeta jadi lebih men-dewa. Ia asing akan sakit dan lelah, abai segala rintangan pun hambatan. Terik, taifun, badai salju pun ia terobosi demi bekerja. Tidur dan bangunnya tak pernah diketahui, hingga Xi percaya kebenaran pengakuan Zeta dulu. Zeta tak pernah tidur, malah terus bekerja. Berkat kerja keras Zeta, perusahaan ayah Xi bisa bentangkan sayap ke negeri orang.

Keistimewaan Zeta lama-lama menyalakan kembang api dalam dada Xi. Namun, Xi sangsi sesosok dewa mau dengan manusia biasa. Jadi Xi padamkan rasa itu dalam diam. Hanya percikannya saja yang ia sampaikan agar Zeta ingat makan, tidur, dan melakukan hobi, jangan melulu kerja tanpa pedulikan diri.

Akan tetapi, sepertinya bagi Zeta, Xi hanya secuil gangguan lain. Tak pernah Zeta hiraukan. Lama-lama Xi merasa Zeta makin jauh, kian jauh, seolah tengah menapaki tangga demi pulang ke negeri para dewa.

Mungkin sudah saatnya ia jadikan Zeta manusia biasa. Maka malam itu, ia taburkan obat yang dibelinya seharga sekian juta demi taklukkan Zeta. Ia ingin Zeta beristirahat sebentar dari kesibukannya. Ia ingin Zeta yang selama ini berkuasa, tunduk padanya. Biar dirinya yang kuasai sang dewa.

Obat itu manjur. Zeta ambruk dari tangga yang ditapakinya menuju langit, kembali ke bumi yang sudah Xi bentangkan. Mata Zeta terpejam dalam. Terlalu dalam. Melewati apa yang Xi taksir sebelumnya. Ibu bilang, segenap lelah dan utang tidur Zeta bertahun-tahun telah terakumulasi dan menuntut bayarannya hari ini. Zeta telah Xi buat rebah, di bawah kedalaman tanah.

Xi pun meraung begitu temukan fakta bahwa keyakinan bertahun-tahunnya ternyata salah.

Zeta bukanlah dewa. Sejak awal, Zeta manusia biasa. Dan Xi yang telah membuat Zeta tertidur lelap, untuk selama-lamanya.


Diikutsertakan dalam Gerakan Rutin Menulis 30 Hari (Gerimis30Hari) Ellunar Publishing

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: